Selasa, 13 Juli 2021

tigabelas keempat

 kamu adalah bukti

dari indahnya paras dan hati

kau jadi harmoni saatku bernyanyi

tentang terang dan gelapnya hidup ini

kaulah bentu terindah

dari baiknya Tuhan padaku

waktu tak mengusaikan indahmu

kau lelaki terhebat bagiku

tolong kamu camkan itu


bulan keempat ditanggal tiga belas semenjak kamu menggenapiku. kalau ditanya bagaimana perasaanku sampai saat ini, aku akan jawab: aku sangat bersyukur. karena lelaki yang menggenapiku adalah kamu. 

sebelum menikah, memang banyak kriteria suami idaman yang aku semogakan. menjelang pernikahan, semua ku pasrahkan pada Allah. sampai ketika akad terucap dan menjalani hari-hari dengan kamu, ternyata Allah justru mengabulkan lebih dari apa yang aku semogakan. 

Senin, 12 April 2021

Menggenap.

                                           

Sampai hari ini aku masih terkagum akan takdir Allah untuk kita. Bahwa ternyata kamu orang yang Allah pilihkan untuk melengkapi hari-hari ku dan menemani perjalanan ibadah ku seumur hidup. Bahwa ternyata namamu yang menjadi tambahan dalam rentetan munajat-munajatku setelah solat. 
                          

Dalam harapan Ridho Nya yang mulai digaungkan semenjak hari itu, harapan kita kini sudah bernaung dalam dekapan Nya. Melenyapkan kegundahan dengan kasih sayang Nya, menikmati kegelisahan dalam asma Nya. Merayakan tawa dan bahagia dalam harap keberkahan Nya dan menuturkan syukur hingga sakinah dirasa sepanjang masa.

Kedepan adalah hari-hari penuh dengan rasa sabar yang panjang serta rasa syukur yang tak terbatas. Seperti yang kita sepakati bahwa kita bukan hanya saling menerima, tapi saling belajar memahami. Kita bukan hanya saling melengkapi, tapi kita harus berikhtiar untuk bisa tumbuh bersama. Bersepakat dan berikhtiar untuk terus membangun cinta dan belajar mencintai setiap hari. Mencintai mu dan segala hal tentangmu.

Aku meyakini betul bahwa Allah yang menakdirkan kamu untuk memilihku melalui istikhoroh-istikhoroh panjang kita selama proses, begitupun dengan aku.

Semoga proses yang telah dan akan kita lewati mampu mendatangkan berbagai keberkahan Nya. Aku menyadari bahwa aku bukan sosok yang sempurna. Rasanya sungguh jauh dari sempurna. Tapi lewat kamu, semoga Allah takdirkan keberkahan menyertai hari-hari kita. 

Maka, mulai saat itu aku akan berusaha menyempurnakan baktiku padamu, pada sosokmu yang juga berusaha untuk terus mendidikku dengan kasih sayang dan mempersembahkan berbagai tanggung jawab untuk kebahagiaan kita.

Duhai kamu, teruslah menjadi pundak yang kokoh dan menenangkan. Tetaplah menjadi yang sabar dan menyenangkan dan teruslah mengandalkan Allah dalam setiap keputusan.

mengutip tulisan Azhar Nurun Ala dalam bukunya,

betapa indah jika kita bisa mewujudkan cinta segitiga antara aku, kamu dan Allah. Aku mencintaimu dan mencintai Allah. Kamu mencintaiku dan mencintai Allah dan Allah mencintaiku dan mencintaimu.

Layaknya manusia yang baru memulai pelayaran, rasanya begitu bahagia melihat air laut yang terasa menenangkan. Padahal kedepan kita sama-sama tau bahwa akan banyak deburan ombak bahkan mungkin badai mengiringi perjalanan kita dan kini kita sedang mempersiapkan berbagai hal jika nantinya Allah pertemukan kita dengan ombak dan badai tersebut. 

                                                      


13 April 2021

1 Ramadhan 1442H

Sebulan setelah akad terucap


yang akan terus mencintai dan berbakti padamu,

Nia Nur Musyarofah.

Senin, 13 Januari 2020

Amanah dan Ukhuwah



Sejatinya hidup adalah sebuah pembebanan. Pundak kita dituntut untuk tetap kuat meski lelah tak kunjung reda. Namun, betapa Allah memberikan berbagai pertolongan dari setiap pembebanan yang ditimpakan kepada diri hingga secara sadar maupun tidak, satu persatu berbagai beban yang dirasa sulit ditaklukan di awal mampu terembani dengan perasaan yang bercampur haru.