Malam ini terasa berbeda. Aku merasa dingin yang teramat
menusuk hingga ke sendi. Padahal angin malam ini sedang bersahabat agaknya. Sepertinya
dingin yang kurasa ini karena ketidakbersahabatan hati dan pikiran dengan
kondisi yang ada.
Wahai, mengapa kau tak mau bersahabat duhai hati?
Tak tahukah kau bagaimana kerasnya keadaan yang dirasa diri
ini?
Marilah berdamai.. ketika kau tak mau menerima onggokan takdir
yang telah Ia gariskan, maka jiwa ini tak kan sanggup melawan kerasnya arus
yang kian deras untuk dilewati.
Ketika kau masih berkeras menjadikan kisah lalu sebagai
permata yang kian tertutup lumpur, maka cahaya itu tak kan pernah terlihat.
Wahai hati, apa yang masih menjadi risau? Bukankah kepastian
atas Guratan SkenarioNya mampu menjadi tali yang menguatkan mu bahwa akan ada
yang indah disana?
Lalu apa lagi? Setega inikah kau pada diri yang lemah ini? diri yang membutuhkan kepastianmu.
Kau hanya perlu berdamai dengan keadaan. Dengan diri ini. Dengan
jiwa ini.
Pasrahkanlah duhai hati. Tuhanmu tak kan meninggalkanmu
sendiri, bahkan dalam keadaan terburukmu sekalipun.
Marilah berdamai.. kau serta jiwa dan fikiran ini sungguh
layak membersamai catatan indah Nya dengan segenap karunia yang Ia berikan.
Duhai hati, yakinilah.. bahwa kau bisa menguatkan diri ini
atas setiap keputusan yang terengkuh. Keputusan yang hanya tertuju pada RidhoNya
mohonku, Semoga Yang Maha Membolak Balikan mu selalu menetapkanmu
atas agamaNya, atas ketaatan padaNya, atas berdakwah dijalanNya serta melapangkan dan
menguatkanmu selalu. Hingga akhirnya, diri ini semakin yakin untuk mengikuti
apa yang kau katakan dan kau yakini.
“ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh anak Adam ada segumpal
daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Jika segumpal
daging itu buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya. Dan segumpal daging itu ada
Qalbu (hati)” – Rasulullah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim-
Untuk kau yang (masih) meragu,
1 menit menjelang 31

Tidak ada komentar:
Posting Komentar