Rabu, 30 Desember 2015

mari berdamai, duhai hati





Malam ini terasa berbeda. Aku merasa dingin yang teramat menusuk hingga ke sendi. Padahal angin malam ini sedang bersahabat agaknya. Sepertinya dingin yang kurasa ini karena ketidakbersahabatan hati dan pikiran dengan kondisi yang ada.

Wahai, mengapa kau tak mau bersahabat duhai hati?
Tak tahukah kau bagaimana kerasnya keadaan yang dirasa diri ini?

Marilah berdamai.. ketika kau tak mau menerima onggokan takdir yang telah Ia gariskan, maka jiwa ini tak kan sanggup melawan kerasnya arus yang kian deras untuk dilewati.
Ketika kau masih berkeras menjadikan kisah lalu sebagai permata yang kian tertutup lumpur, maka cahaya itu tak kan pernah terlihat.

Wahai hati, apa yang masih menjadi risau? Bukankah kepastian atas Guratan SkenarioNya mampu menjadi tali yang menguatkan mu bahwa akan ada yang indah disana?
Lalu apa lagi? Setega inikah kau pada diri yang lemah ini? diri yang membutuhkan kepastianmu.
Kau hanya perlu berdamai dengan keadaan. Dengan diri ini. Dengan jiwa ini.
Pasrahkanlah duhai hati. Tuhanmu tak kan meninggalkanmu sendiri, bahkan dalam keadaan terburukmu sekalipun.

Marilah berdamai.. kau serta jiwa dan fikiran ini sungguh layak membersamai catatan indah Nya dengan segenap karunia yang Ia berikan.
Duhai hati, yakinilah.. bahwa kau bisa menguatkan diri ini atas setiap keputusan yang terengkuh. Keputusan yang hanya tertuju pada RidhoNya

mohonku, Semoga Yang Maha Membolak Balikan mu selalu menetapkanmu atas agamaNya, atas ketaatan padaNya, atas berdakwah dijalanNya serta melapangkan dan menguatkanmu selalu. Hingga akhirnya, diri ini semakin yakin untuk mengikuti apa yang kau katakan dan kau yakini.

“ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh anak Adam ada segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Jika segumpal daging itu buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya. Dan segumpal daging itu ada Qalbu (hati)” – Rasulullah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim-


Untuk kau yang (masih) meragu,


1 menit menjelang 31

Tidak ada komentar:

Posting Komentar