10 November 2013 tepat hari ini dirayakan sebagai hari pahlawan. Dimana
beberapa tahun silam para pahlawan kita rela meregang nyawa demi kemerdekaan
bangsa ini. Demi kehidupan anak cucu penerus bangsa yang lebih layak. Dan
jelaslah itu semua dilakukan tanpa mengharap secuil balasan dari kita para
penerusnya.
Well, setiap kita
pun sebenernya punya “pahlawan” dalam kehidupan. Terlepas dari pahlawan yang
benar benar berperang beberapa tahun silam, “pahlawan” dalam hidup kita ini
berkorban dengan caranya sendiri. Akupun punya “pahlawan” yang amat luar biasa.
Amat sangat luar biasa.
Sosok ini begitu sederhana, tidak suka ikut-ikutan trend seperti
kebanyakan orang. Sangat penyabar bahkan disaat ada orang yang jelas jelas
membuatnya marah. Senyumnya mampu membangkitkan semangat. Sapa lembutnya
membuat kemarahanku sirna. Dekapannya membuatku menemukan tempat paling nyaman
didunia ini. Dan yang terpenting, karena cinta dan doanya yang begitu tulus dan
tanpa pamrih aku bisa bertahan menjalani beratnya hidup sampai sekarang.
Manusia tangguh. Contoh
nyata manusia kuat dan sabar. Bahkan setelah 7 tahun kepergian separuh jiwanya
beliau tetap menunjukkan sikap tegar didepan ku. Didepan kami. Doanya yang
tanpa hijab menuju Rabbnya adalah factor penting kelanjutan hidup kami
selanjutnya. Ucapannya merupakan pamungkas berjalan yang sadar ataupun tidak
sadar diucapkan tetaplah menjadi “mantra” yang akan menjadi nyata. Diamnya menjadi
teguran bagi kami bahwasannya ada seonggok perasaan yang mengganjal hatinya. Rasa
letihnya menjadi bukti bahwa pengorbanan yang telah ia lakukan untukku, untuk
kami takkan pernah terbalaskan dengan apapun.
Tak terhitung berapa banyak pengorbanan yang telah dilakukan oleh
pahlawanku ini. benar-benar tanpa pamrih, hanya berharap untuk kebahagiaan
kami. Tapi kadang kami lupa. Kadang kami lalai untuk sekedar menyapanya. Untuk sekedar
berbagi kesahnya sepanjang hari ini. terlalu sibuknya kami dengan kegiatan
kegiatan kami diluar. Kadang kamipun masih sering menolak suruhannya bahkan
berkata yang tak semestinya kami ungkapkan dihadapannya. Mengeluh didepannya
yang jelas jelas rasa lelah kami amat jauh dibanding lelah yang ia rasakan.
Itulah pahlawanku. Meski
diusianya yang tidak lagi muda beliau tetap bisa menaungi kami disaat kami
penat akan kefanaan dunia ini. memberikan nasehat-nasehatnya yang menjadi charger
untuk hari-hari kami. Menjadi orang pertama yang turut bahagia atas bahagia
kami, menjadi orang yang paling kuat dibalik lelahnya yang amat lelah serta
menjadi sebab Allah mengijabah serta meridhoi setiap doa dan langkah kami.
Sosok
pahlawan tangguh itu adalah ibu. Ya. Mama. Beliaulah pahlawan dalam hidupku. sumber
semangatku dan motivasi terbesarku. Tulisan ini mewakili rasa sayangku padamu,
Ma. Ketahuilah sesibuk apapun kami, namamu selalu ada disetiap untaian doa
kami. Takkan berkurang rasa sayang kami kepadamu. Meskipun banyak sikap kami
yang tak sepatutnya kami tunjukkan tapi cinta kami padamu karena Rabb kami ini
lebih dari yang kau tau.
Trimakasih
untuk selalu menyebut nama kami satu persatu dalam doamu, dalam munajatmu padaNya
bahkan dalam air matamu. Trimakasih
telah mengajarkan kami akan keikhlasan hidup. Trimakasih telah mengajarkan kami
untuk mengenal siapa Rabb kami. Trimakasih telah mengajarkan kami bahwa tiada
yang layak untuk dijadikan tempat bergantung selain padaNya. Trimakasih
untuk setiap senyum yang kau berikan disetiap hari, yang membuat kami sadar
bahwa banyak harapan harapan besar yang kau berikan dipundak kami yang tak bisa
kau ungkapkan
Ma,
maafkan kami yang suka mengeluh dihadapmu padahal kami tau rasa lelah kami
tidak sebanding dengan rasa lelah yang kau rasakan. 9 bulan mengandung bukan
hal yang mudah, namun lagi-lagi kau lakukan itu tanpa pamrih. Maafkan
kami yang selama ini banyak menuntut padamu. Maafkan kami yang belum bisa
memenuhi segala inginmu. Maafkan kami yang tanpa sadar sering membuatmu
meneteskan air suci diujung bening matamu
"yaRabb, bahagiakanlah mama selalu,panjangkanlah umurnya, berkahilah usianya. Lindungilah ia dari segala kejahatan makhlukMu, berikanlah ia kesabaran, izinkanlah kami membahagiakannya yaRabb. sungguh tak ada yang mampu membalas segala jasanya kecuali atas izin Mu ya Allah"
Bila kuingat masa kecilku
Kuslalu menyusahkanmu
Bila kuingat masa kanakku
Kuslalu mengecewakanmu
Banyak sekali pengorbananmu
Yang kau berikan padaku
Tanpa letih dan tanpa pamrih
Kau berikan semua itu
Engkaulah yang ku kasihi
Engkaulah rinduku
Ku harap slalu doamu
Dari dirimu ya ibu
Tanpa doamu takkan kuraih
Tanpa doamu takkan kucapai
Segala cita yang kuinginkan
Dari diriku ya Ibu (shoutul Haq-Ibu)
Kuslalu menyusahkanmu
Bila kuingat masa kanakku
Kuslalu mengecewakanmu
Banyak sekali pengorbananmu
Yang kau berikan padaku
Tanpa letih dan tanpa pamrih
Kau berikan semua itu
Engkaulah yang ku kasihi
Engkaulah rinduku
Ku harap slalu doamu
Dari dirimu ya ibu
Tanpa doamu takkan kuraih
Tanpa doamu takkan kucapai
Segala cita yang kuinginkan
Dari diriku ya Ibu (shoutul Haq-Ibu)
Tetap
doakan kami Ma, karena berkat doa tulusmu, bahkan jalan yang susah ditempuh
jadi mudah untuk dilewati, ridhomu menjembatani kami untuk memasuki jannahNya
kelak. Selamat Ulangtahun Mama
ditulis dengan penuh cinta oleh anak bungsumu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar