Senin, 08 Juni 2015

Wisata Hati Ke Kemendikbud

#HidupPendidikanIndonesia!


Wisata Hati Kemendikbud
Seperti yang kita ketahui, pendidikan di Indonesia kian menjadi perbincangan hangat kini. Sistem Pendidikan yang makin tak tau kemana arahnya.
Pemerataan pendidikan yang katanya menjadi tagline pada pemerintahan era ini agaknya hanya menjadi angan penduduk tercinta negeri ini

Maka dari itu para pemuda yang masih peduli dengan poros pergerakan bangsa ini mengadakan aksi pada tanggal 8 Mei 2015. Aksi ini dihadiri oleh berbagai elemen mahasiswa. Tentunya UNJ sebagai kampus pergerakan dan kampus pendidikan siap menjadi garda terdepan.

sebelum aksi, Mahasiswa mengkaji terlebih dahulu dan konsolidasi BEM Sejabodetabek Banten agar mempunyai data yang valid
Aksi di fokuskan kepada Tuntutan:
1. Menegaskan Kurikulum Nasional
2. Peninjauan kembali pelaksanaan UN sesuai dengan konstitusi
3. Menyejahterakan guru terutama guru daerah dan guru honorer
4. Menghentikan liberalisasi pendidikan
5. Reformasi pendidikan moral bangsa

Aksi kali ini dimulai sejak pagi. Hingga siang hari kami tak gentar untuk terus menyuarakan teriakan hati rakyat Indonesi. Diiringi oleh orasi ilmiah oleh para komandan dari tim aksi se UNJ yang membahas tentang:

Tuntutan penghapusan Ujian Nasional (UN) . Alokasikan dana UN untuk pemerataan pendidikan.
Inkonsistensi pelaksanaan Kurikulum 2013. Dualisme antara Kurikulum 2013 dan KTSP.
Pendidikan Moral. Pendidikan yang menyeluruh di seluruh aspek. Terintegrasi pada seluruh kementrian. Media seharusnya memberi pencerdasan bukan merusak moral. Menyinggung kasus pesta bikini setelah UN.
Tingkatkan kualitas dan kesejahteraan, angkat guru honorer. Tolak liberalisasi pendidikan dan pemerataan pendidikan di seluruh pelosok.

Aksi kali ini berjalan dengan damai hingga sholat asar selesai di masjid kemendikbud, namun setelah itu aksi dimulai kembali.

Aksi kedua kali ini, membuat banyak kegarangan dari para mahasiswa, dimana mahasiswa mengecam apabila pihak kemendikbud tidak keluar maka akan memaksa masuk, nyanyian-Seruan-hingga triatikal yang dibawakan mahasiswa FBS UNJ belum bisa membuat para pihak Mentri Kemendikbud belum juga keluar.
Akhirnya para presma pimpinan-pimpinan universitas memaksa masuk untuk bernegosiasi dengan pihak kemendikbud agar disegerakan jawab panggilan-panggilan mahasiswa. Dengan bernegosiasi panjang, akhirnya perwakilan dari pihak kemendikbud datang yaitu dari bagian humasnya dan mengatakan bahwa "bapak kemendikbud tidak bisa untuk bertemu langsung dikarenakan ada agenda diluar", namun dengan segenap kemauan dan demi tersampaikannya suara rakyat kami terus mendesak agar aksi kami pada hari ini digubris

Akhirnya dengan penjelasan yang diberikan perwakilan dari humas kemendikbud dan diberikannya janji untuk bapak kementrian meluangkan waktu di Akhir mei menjadikan penutup dalam aksi kali ini.


Sebagai kampus pendidikan, menjadi suatu kewajiban tatkala ada hak hak rakyat Indonesia yang masih dipermainkan oleh orang orang diatas sana. Pendidikan harus merata dan maksimal disetiap daerah yang ada di Indonesia

#HariPendidikanBukanHanya2Mei
#Hidup Mahasiswa!!
#Hidup Rakyat Indonesia!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar