Selasa, 05 Juli 2016

Sebelum kau benar-benar pergi (II)

perpisahan adalah niscaya

hampir sebulan kau membersamai kami, manusia manusia yang selalu merindu pertemuan denganmu.

kini sudah tiba waktunya kau pergi sementara.. sementara? entahlah. 11 bulan apakan menjadi waktu yg sebentar untuk kembali menyambutmu.

sungguh kehadiranmu menjadi pemacu peningkatan ruhiyah ini

kedatanganmu membuat diri ini semakin sadar betapa lemah dan hina tanpa Rabb yg Maha Segala.

betapa masjid hidup dengan itikaf yang ada di 10 malam terkahir. begitu khidmat munajat malam penuh derai air mata taubat seraya merayu Sang Khalik, syahdu lantunan firman Tuhan yang terucap dari lisan hamba yang mengharap ridhaNya selalu terdengar menyejukkan, indahnya pagi dengan almatsurat dan dhuha, silaturrahim yang kian terjaga serta amalan sunnah pun terasa ringan saat dilakukan.

Bahkan ketika kau belum datang dan kami sudah suka cita menyambutmu api neraka diharamkan atas kami dan kini rindu ini bahkan sudah singgah meski kau belum benar benar pergi

jikalau semua bulan adalah engkau betapa nikmat penuh haru kebahagiaan kan terasa. tapi Ia Maha Mengatur segala. diberikan satu bulan bersamamu agar ketika kau benar benar pergi untuk sebelas bulan kedepan kami tetap menjadi hambaNya yg bertaqwa dengan sebenar benarnya taqwa.

sungguh diri ini telah banyak lengah atas hadirmu. betapa kenikmatan yang Allah berikan didalammu masih banyak yang terlalaikan. masih banyak yg dengan ringannya meninggalkan puasa terlebih lg menjaga yg 5 waktu. abaikan mereka yang berkicau "itu adalah hak kami". karena kau akan tetap mulia dengan atau tanpa hadirnya kami.

ketika takbir berkumandang disepanjang malam nanti biarkan kami tetap mengais sisa sisa kemuliaanmu. agar saat kau melambaikan tangan untuk benar benar pergi kami tetap bisa mendekap kehadiranmu di sebelas bulan kedepan

yaa Ilahi.. maafkan atas kekhilafan kami yg menodai Ramadhan Mu
sungguh kami adalah insan yang lemah, yang hina dan penuh dosa. Ramadhan Mu seakan menjadi embun yang menyejukkan ruh kami, maka yaa Rabb biarkan kami tetap menjadi manusia yang taat meski Ramadhan Mu kan pergi.

yaa Rabbana.. izinkan kami bertemu dengan Ramadhan Mu ditahun tahun mendatang. bersama keluarga, sahabat dan mukmin lainnya
Hingga tiba saatnya nanti, kau berkenan untuk memanggil kami menuju pintu Arroyan

"jadilah hamba Allah.. bukan hamba Ramadhan"

dipenghujung senja Ramadhan 1437H
-nnm-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar