Karena menjaga, menjadi sebuah keharusan. Keharusan yang menyakitkan. Kau tau mengapa dia begitu menyakitkan? Karena didalamnya terdapat pertanggung jawaban. Atas apa apa yang memang harus kita pertanggung jawabkan. Menjaga adalah sebuah amanah. Yang kian digenggam, kian menyakitkan.
Karena menjaga, menjadi sebuah keharusan. Keharusan yang sulit. Karena dengannya, sebuah pengorbanan kan kita jalankan. Keihklasan dari pengorbanan yang jika tak dijalani dengan lapang dada, maka kan sia-sia.
Melanjutkan apa yang sudah terlanjur dimulai. Mengakhiri apa yang memang harus diakhiri.
Ya Rabb..
Betapa karunia Mu untuk memantapkan hati ini begitu luar biasa.
Tak jarang air bening kian mengalir membasahi. Namun semua membuatku menjadi begitu tegar. Bahwa Kau takkan melimpahkan suatu apapun jika pundak ini tak mantap memikulnya.
Betapa tak kuasanya aku bahkan atas diriku sendiri. Hingga lelah menggerogoti tubuh ini dan terbesit untuk mundur, namun cara Mu untuk kembali meyakinkanku bahwa jalan ini lah yang Kau pilihankan untukku membuatku kembali bangkit untuk sekedar menorehkan senyum.
Menjaga apa yang harus dijaga. Mempertahankan apa yang memang harus diperjuangkan.
Menjaga. Sesuatu yang sulit dan menyakitkan.
Namun, lagi-lagi Kau selalu punya cara. Cara yang tak pernah kuduga. Cara yang mampu menjadikanku tetap tegar berdiri meski berkali didera hujan bahkan badai.
Jangan pernah biarkan aku melangkah sendiri, Allah..
Biarlah apa-apa yang kuusahakan meski usang dihadapan mereka namun tetap berkilau dihadapanMu
Bantu aku, untuk tetap merajut benang-benang kebaikan ini hingga akhirnya kau berkenan memakaikannya untukku
Teguhkan aku,
Atas apa-apa yang kau gariskan untukku. Atas ikhtiarku yang kuharap, semua tetap berlabuh menuju Mu.
23.48 060916
Teruntuk diri,
Yang masih butuh dijaga dan dibina
Tidak ada komentar:
Posting Komentar