Senandung rindu berbisik
Pada angin yang gemuruh di tepi wajahku
Aku berdiri tegak di batas pikiran yang kutujukan pada bayangmu
Dan engkau masih duduk di sana, di bangku taman yang sama ketika aku meninggalkanmu waktu itu
Setidaknya kuharap begitu, dalam tidurku
Pada angin yang gemuruh di tepi wajahku
Aku berdiri tegak di batas pikiran yang kutujukan pada bayangmu
Dan engkau masih duduk di sana, di bangku taman yang sama ketika aku meninggalkanmu waktu itu
Setidaknya kuharap begitu, dalam tidurku
Untaian waktu mengujimu
Juga aku, yang kini mencari sosokmu
Jika engkau masih bersanding dengan penantian
Nantikan aku pada bukumu itu
Yang padanya janji pernah dibuat
Untuk bertemu di salah satu bab
Dan melanjutkan ceritanya bersama sampai akhir
Juga aku, yang kini mencari sosokmu
Jika engkau masih bersanding dengan penantian
Nantikan aku pada bukumu itu
Yang padanya janji pernah dibuat
Untuk bertemu di salah satu bab
Dan melanjutkan ceritanya bersama sampai akhir
Aku pastikan sebuah kedatangan, setelah sebuah kepergian
Bersama sebuah alasan yang tak sempat terucap Yang kini menjadi lelah menahan harap
Bersama sebuah alasan yang tak sempat terucap Yang kini menjadi lelah menahan harap
Bukan aku membenci
Atau bimbang akan janji
Aku hanya tak ingin menjadi alasan
Apalagi tujuan
Aku tak ingin dianggap dusta oleh Tuhan
Dengan cara-cara yang salah dalam berharap dan mewujudkan
Ku yakin engkaupun merasa sama.
Atau bimbang akan janji
Aku hanya tak ingin menjadi alasan
Apalagi tujuan
Aku tak ingin dianggap dusta oleh Tuhan
Dengan cara-cara yang salah dalam berharap dan mewujudkan
Ku yakin engkaupun merasa sama.
300317 21.36
Pengagum Sajak, Pencinta Malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar