Jumat, 02 Februari 2018

Hujan



Pagi ini dia datang lagi.

Yang ku yakini, ada banyak limpahan berkah yang dititipkan oleh yang Maha Kuasa
Aku begitu menyukai rintiknya yang gemulai.
Sambil menikmati ritmenya yang seolah menciptakan melodi tiap jatuh ke tanah.

Mungkin banyak orang mengeluhkan jatuhnya air langit itu ke bumi yang membuat basah gaunnya, yang menghambat gerak nya menuju kantor, yang membatalkan janji yang sudah dibuat jauh-jauh hari.

Ah andai saja mereka tau, bahwa hujan bukan hanya tentang bumi yang dibasahi oleh air langit,
Betapa rinainya adalah keberkahan. Betapa rintiknya adalah tentang mengais kenangan. Betapa derai airnya adalah rindu yang belum usai. 
Dan satu lagi, 
tak jarang jika telah selesai, hujan menghadirkan pelangi yang meski sementara selalu begitu indah dipandangan mata.
Ada romantisme sendiri ketika mendengar tetesannya di atap rumah. Sendu yang dihadirkan begitu khas dan menentramkan.

Ah, rasanya begitu melankolis jika menceritakan tentang hujan.
Meski aku tak kuat jika berlama-lama berada didalamnya, bagiku cukup menikmati dan memandangi dari kejauhan sudah membuat semua memori dan cerita indah berputar dikepalaku.

Aku menyukai hujan.
Meski banyak yang menghujat kehadirannya tapi bagiku hujan mengerti tiap-tiap perasaan makhluk bumi yang gersang dan membutuhkan sentuhan berkah Nya.

3 Februari 2018
Pagi yang rintik Di kelapa gading

Tidak ada komentar:

Posting Komentar