Sabtu, 03 Februari 2018

Hujan (dan kamu)

Malam ini, dia kembali datang ketempat ku. Entahlah, ku rasa dia tau bahwa aku senang berlama-lama bersamanya.

Dengan perasaan yang sama. Aku menyukainya.
Rinainya, melodinya, aroma khasnya.
Teduh dan menenangkan.



Malam ini, dia datang lagi.
Meski tadi sempat menghilang, namun dia berjanji Akan kembali datang
Dan ternyata benar, malam ini dia datang lagi.

Cukuplah hujan yang seperti itu.

Aku juga menyukaimu, tapi jangan datang Dan pergi semaumu apalagi menjanjikan kembali meskipun kamu masih ragu dengan janjimu.

Tetaplah disini jika Kau ingin menetap atau pergilah jika kau memang tak nyaman. Aku tak Akan memaksamu untuk tinggal jika kau ingin pergi. Aku juga tak pernah meminta mu untuk pergi jika kau memang ingin tetap disini.
Karena sebuah kebersamaan akan lebih Indah jika Tanpa paksaan bukan?

Dan ya, hujan masih setia menemani bahkan sampai di detik ini. Dia memang akan pergi. Aku tau itu. Tapi yang kuyakini dia pasti akan kembali datang tanpa menjanjikan apa-apa padaku.
Sedang kamu, mungkin kamu akan kembali datang. Mungkin kamu pernah menjanjikan itu, tapi berbeda dgn hujan yang ku selalu yakini dia akan kembali, untuk mu, aku terlalu takut untuk meyakini diriku.
Biarlah, hujan manis malam ini yang akan menyampaikan padamu apa yang sempat tertahan. Semoga ditempat mu juga hujan. kalaupun tidak, lagi-lagi memang Aku tak ingin memaksakan.


3 Februari 2018, 23.39
Hujan di Ujung Aspal, di Penghujung Hari Sabtu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar