Semilir angin sore ini masih sama.
Hembusan khasnya menerpa wajah yang kian larut dengan keusangan masa itu.
Tak ada yang berubah dari hari ini.
Hembusan anginnya, bentuk awannya, terang langitnya.
Suasana yang bisa membuat nyaman siapapun yang menikmatinya.
Hanya satu yang berbeda. Yaitu perasaan kita saat melewati hari-hari itu.
Begitupun denganmu.
Tutur kata, tatapan wajah, hingga senyuman. Semua masih sama.
Yang berbeda hanyalah perasaan kita saat bertemu dan melempar senyum.
Tak mengapa.
Terkadang kita memang perlu terluka agar tau betapa banyak hari yang sebenarnya Ia karuniakan untuk kita syukuri
Terkadang kita memang harus menangis agar kita tau bahwa kebahagiaan kian lekat jika saja harapan itu bergantung hanya pada satu Dzat saja.
Tak ada yang perlu dirisaukan. Sebab takdir tidak akan pernah tertukar.
Jalani hari-harimu seperti selayaknya dan tersenyumlah seindah biasanya.
Tak perlu takut.
Kau masih punya kesempatan untuk menjalani indah hidupmu.
Percayalah, semua akan berlalu.
Rasa kecewamu, rasa sakitmu, perih lukamu.
Waktu akan terus berputar. Terus berlari tanpa memperdulikanmu..
Namun waktu akan selalu berbaik hati mengobati segala keluhmu sepanjang hari itu.
Berbahagialah karena kau masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki apa yang tak sempat kau benahi kala itu.
Tersenyumlah karena kau masih berada diantara orang-orang yang menyayangimu dengan beribu untaian doa yang mereka lantunkan dengan atau tanpa kau sadari
Berjanjilah pada dirimu bahwa kau tak akan mengulangi kesalahan yang sama di hari kemudian
Angin ini mungkin akan terus berhembus saban sore, tak peduli apa yang sedang hatimu rasakan
Tapi kau masih punya kesempatan untuk menyambut sore dengan bahagia dan membiarkan rasa sakitmu turut larut bersama jingga yang akan redup dan tergantikan oleh malam.
Tersenyumlah, berbahagialah. Yakini bahwa ikhtiar dan doa terbaik kian membawamu pada takdir yang indah di ujung jalan penantianmu.
1/4/18 16.10
Menanti jingga disore pertama April 2018.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar