Pada beberapa ketentuan, kita dipaksa menjadi kuat
dan berhati tegar
Pada beberapa lembar takdir, kita dituntut kokoh berdiri
ditengah angin yang cukup kencang menderai
Suatu ketika, kita seolah menjadi manusia yang tahan
banting disegala kondisi meski tak tau lagi bagaimana bentuk hati
Dengan segenap sisa tenaga, senyum itu harus terus terpancar
Dikala tak ada satupun yang peduli pada lukamu, disaat
segala kekhawatiranmu memuncak tidakkah kau sadar ada Yang Selalu
Memperhatikanmu?
Ketika kau mulai merasa perih kala duri pada
sandaranmu mulai menusuk bahu, ada yang Selalu Menyayangimu bahkan ketika kau
lupa untuk bersandar pada Nya
Kau bisa menutupi segala lukamu, kau bisa
membalutnya dengan kepurapuraanmu tapi dirimu berhak bahagia atas segala jerih
payah itu.
Tak mengapa jika lelah, tak mengapa jika takut.
Tumpahkan jika air itu tak mampu lagi terbendung. Namun jangan pernah luput
bahwa ada Curahan Kasih Sayang yang selalu menuju kepadamu. Ada Dzat yang
selalu merindu rintihanmu, ada Ia yang selalu tau apa yang menjadi kebutuhanmu. Dia Yang Selalu Menguatkanmu.
Bahagiamu akan terpancar ketika kau tak berharap
penilaian manusia atas apa yang kau upayakan.
Segala harapmu hanya boleh kau sandarkan pada Nya
agar kau tidak perlu menyiapkan ruang kekecewaan dihatimu.
Segala ekspektasimu hanya boleh kau lebur dalam
munajatmu, karena terkadang yang harus dimaksimalkan bukan suaramu, namun
upayamu.
Maka pada beberapa ketentuan dan rentetan takdir
yang berjalan beriringan dengan langkahmu, yang kau butuhkan adalah penerimaan
yang utuh.
Untuk kau, diriku.
24/11/19

Tidak ada komentar:
Posting Komentar